Melirik Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia Secara Global

Kategori Produk Keuangan Syariah

Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia masih jauh dari harapan. Padahal Indonesia merupakan Negara yang mayoritasnya adalah berpendudukan Islam, sehingga sudah saatnya Indonesia mulai mengembangkan system perekonomian syariah agar menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Uniknya, perkembangan ekonomi syariah ini terjadi pesat di Negara non-muslim. Pemerintah Singapura adalah salah satu pengadopsi non-muslim paling awal dari system ini, diikuti oleh inggris, luksemburg dan Hongkong. Bahkan di Asia sendiri ekonomi syariah lebih terkenal di Negara yang bukan mayoritas muslim, sebut saja seperti Thailand yang sudah menjadi pusat makan halal, Australia menjadi pusat daging halal, dan Korea Selatan sebagai produsen kosmetik halal.

Lalu bagaimana dengan perekonomian syariah di Indonesia yang mayoritasnya muslim? Kamu tidak perlu khawatir, pemerintah  selaku pengendali keuangan Negara Indonesia memiliki tekat yang kuat untuk mengejar ketertinggalan ini. Pemerintah serta instansi yang terkait sudah membuat trobosan baru untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian syariah di Indonesia. Kita dapat lihat dengan terus naiknya angka market share ekonomi syariah setiap tahunya.

Dampak dari perkembangan ekonomi syariah di Indonesia semakin hari semakin terasa. Ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah produk-produk investasi syariah, seperti sukuk pemerintah, sukuk koperasi hingga pembiayaan individu. Sukuk sendiri merupakan sebuah produk obligasi yang berbentuk syariah.

Selain itu juga, Indonesia telah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Sebaga akselerasi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian transformasi dan menjadikan Indonesia sebagai Negara rujukan ekonomi dan keuangan syariah global.

Penulis : Ikrom

Photo : Istimewa

Sumber :

  1. Global Islamic Economy Indicator (GIE) Annual Report 2017
  2. OJK (2017), Roadmap Pengembangan Keuangan syariah Indonesia 2017-2019
  3. CNBC(2017)
  4. Kompas.com (2020)
  5. Bisnis.com (2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X